Mohon maaf sebelumnya, saya hanya berniat berbagi kisah yang mungkin anda sudah pernah membacanya. Tetapi jika belum, barangkali kisah-kisah ini dapat diambil hikmahnya oleh para pembaca dan terima kasih atas kunjunganya.....semoga kisah kisah ini ada manfaatnya ^_______^
Tampilkan postingan dengan label kisah nabi muhammad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah nabi muhammad. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Oktober 2010

Sirah Nabi Muhammad Sebelum Diutus Menjadi Nabi dan Rasul


Oleh : Abdurrahman Wahid*



Nabi Muhammad pernah mendengar kabar akan diadakan acara nyanyian di sebuah rumah di Makkah, sehingga memiliki keinginan untuk menyaksikan acara tersebut, sesampainya di tempat itu Allah menutup telinganya dan langsung tertidur...

Nasab dan kelahiran Nabi Muhamad
nabi muhammad
B
eliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Quraisy bin Kilab. Rasulullah memiliki silsilah yang berujung pada Adnan anak keturunan Nabi Ismail. Semuanya dikenal sebagai orang-orang yang mulia dan shalih. Tak heran jika Rasulullah adalah anak Adam yang paling mulia kehormatan dan paling utama nasabnya. Beliau berasal dari suku Quraisy, yaitu suku yang paling terhormat dan terpandang ditengah masyarakat Arab. Dari suku Quraisy tersebut turun bani Hasyim, anak suku yang juga paling terhormat ditengah suku Quraisy. Dalam hubungan ini kita jumpai sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas, bahwasanya Rasulullah bersabda : " Sesungguhnya Allah telah menciptakan mahluk, lalu Ia jadikan aku orang yang paling baik, kelompokku dijadikan-Nya sebaik-baik kelompok dan sebaik-baik anggota kelompok tersebut, kemudian Allah menyeleksi kabilah-kabilah yang ada, lalu Ia menjadikanku orang yang paling baik dari semuanya.kemudian Ia menyeleksi semua keluarga, dan rumah tanggaku adalah sebaik-baik rumah tangga ". (HR Tirmidzi dengan sanad yang shahih).

Ibunya adalah Aminah binti Wahab bin Abdi manaf bin Zuhrah bin Kilab. Berasal dari Bani Zuhrah.

Mengenai kelahiran beliau, para ulama berbeda pendapat tentang tanggal dan bulannya. Syeikh shofiyyur-Rahman Mubarakfury menyebutkan bahwa beliau dilahirkan pada hari senin, 9 Rabi'ul Awwal tahun gajah. Bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 M. Dinamakan tahun gajah karena pada tahun itu pasukan Abrahah, gubernur raja Habsyi (Ethiopia), dengan menunggang gajah menyerbu Makkah untuk menghancurkan Ka’bah.

Beliau lahir dalam keadaan yatim karena ayahnya Abdullah, meninggal dunia ketika dia berusia 2 bulan dalam kandungan ibunya. Abdullah wafat di Madinah dalam perjalanan dagang ke negeri Syam dan dikuburkan di pekuburan Bani Najjar. Hal ini diabadikan Allah dalam Al-Quran : “Bukankah Allah mendapatimu sebagai anakyatim, lalu Dia melindungimu. Dan Allah mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu Dia memberimu petunjuk”. (QS Adh-Dhuha : 6-7).
Kehidupan di Bani Sa'ad dan peristiwa pembelahan Dada (Syaqqus sadr)
Selain ibunya, Nabi Muhammad disususi oleh Tsuwaibah, budak perempuan dari pamannya, Abu Lahab. Bersama penyusuan Hamzah bin Abdul Muthalib dan Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Al-Makhzumi dengan air susu anaknya yang bernama Masruh. Kemudian –sebagaimana adat kebiasaan masyarakat Makkah waktu itu- Ibunya mencari wanita pedesaan untuk menyusui putranya. Maka terpilihlah wanita yang bernama Halimah binti Abu Dzu'aib dari suku Sa'ad bin Bakr, yang kemudian lebih dikenal dengan Halimah as-Sa'diyah. Dia bercerita, bahwa sejak diambilnya anak itu ia merasa mendapat berkah. Ternak kambingnya gemuk-gemuk dan susunyapun bertambah. Tuhan telah memberkati semua yang ada padanya.

Selama empat tahun dalam masa kanak-kanaknya beliau hidup didaerah padang pasir, dalam asuhan keluarga bani Sa'ad. Dengan alam seperti itu, tubuh Nabi menjadi sangat kuat, berstamina tinggi, berlidah yang fasih, berpikiran yang cerdas dan mahir menunggang kuda.

Begitulah kehidupan Nabi Muhammad di tengah tengah Bani Sa'ad, hingga tatkala berumur 4 tahun, terjadi sebuah peristiwa pembedahan dada Rasulullah atau sering disebut Syaqqus sadr. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah didatangi Jibril pada saat beliau sedang bermain-main bersama teman-teman sebayanya. Jibril memegang beliau dan menelentangkannya, lalu membedah dada dan mengeluarkan hati beliau dan mengeluarkan segumpal darah dari dada beliau seraya berkata, "ini adalah bagian dari syetan yang ada pada dirimu". Lalu Jibril mencucinya disebuah bejana terbuat dari emas yang mengeluarkan air zamzam, kemudian menata dan memasukannya ketempat semula. Teman-temannya berlarian mencari ibu susuannya dan berkata : "Muhammad telah dibunuh". Merekapun datang menghampiri beliau dengan wajah yang semakin berseri.
Ditinggal wafat oleh ibu dan kakeknya
Ketika Nabi Muhammad berusia 6 tahun, ibunya Aminah meninggal dunia, didaerah Abwa (sebuah desa antara Madinah dengan Juhfa, jaraknya 23 mil (37 km) dari Madinah) sepulangnya dari Madinah menuju ke Makkah. Setelah Ibunya meninggal, Abdul Muthalib mengambil alih tanggungjawab merawat Muhammad. Namun, dua tahun kemudian Abdul Muthalib meninggal dunia karena lanjut usia. Tanggung jawab selanjutnya beralih kepada pamannya, Abu Thalib. Seperti juga Abdul Muthalib, dia sangat disegani dan dihormati orang Quraisy dan penduduk Mekah secara keseluruhan, tetapi dia miskin.
Usaha Nabi Muhammad sebelum menjadi nabi
Ketika beranjak remaja beliau menjadi penggembala kambing kepunyaan penduduk Makkah dengan mendapat upah, hal tersebut tertera dalam sabdanya : "Tak seorangpun dari Nabi-nabi yang diutus Allah itu yang tidak pernah menjadi penggembala kambing. Apakah Rasulullah juga demikian ? tanya sahabatnya, tak terkecuali aku, jawab Nabi".

Pada usia 12 tahun beliau pergi ke Syam (Syiria) bersama kafilah dagang quraisy yang dipimpin oleh Abu Thalib. Sesampainya diperkampungan Bashrah, sebelah selatan Syria, disambut oleh seorang pendeta bernanma Buhairo. Pada saat pertemuan dengan pendeta tersebut, Abu Thalib menceritakan perihal Rasulullah dan sifat-sifatnya. Setelah mendengar cerita tersebut, pendeta ini langsung memberitahukan bahwa anak tersebut akan menjadi pemimpin manusia sebagaiman yang dia ketahui ciri-cirinya dari kitab-kitab dalam agamanya. Maka ia menasehatkan Abu Thalib agar jangan terlalu jauh memasuki daerah Syria, sebab dikhawatirkan orang-orang Yahudi yang mengetahui tanda-tanda itu akan berbuat jahat terhadapnya.

Pada usia 25 tahun, beliau memulai usaha dagang dengan modal dari Khadijah –seorang wanita pengusaha yang kaya raya dan terpandang di Makkah saat itu- dengan sistem bagi hasil. Beliau pergi ke Syam bersama budak laki-laki Khadijah bernama Maisarah membawa barang dagangan Khadijah dan menjualnya. Dengan kejujuran dan kemampuannya ternyata Muhammad mampu benar memperdagangkan barang-barang Khadijah, dengan cara perdagangan yang lebih banyak menguntungkan daripada yang dilakukan orang lain sebelumnya. Sehingga ketika pulang ke Makkah membawa keuntungan yang sangat banyak sekali.
Penikahannya dengan Khadijah
Maisrah menceritakan tentang kepribadian Nabi Muhammad, tentang kejujuran, keluhuran budi, dan kecerdasannya selama menemaninya dalam perjalanan. Hal tersebut membuat Khadijah kagum dan simpati kepadanya. Akhirnya Khadijah menyampaikan masalah tersebut kepada temannya Nafisah binti Maniah. Tanpa menunggu lama akhirnya Nafisah menemui Nabi Muhammad dan memohon agar ia bersedia menikahi Khadijah. Beliau setuju, kemudian segera memberitahukan paman-pamanya, lalu paman-pamannya segera menemui keluarga Khadijah dan melamarnya untuk Nabi Muhammad.

Akhirnya terlaksanalah akad pernikahan tersebut. Usia Beliau waktu itu 25 tahun dan Khadijah 40 tahun. Dari pernikahan itu dikaruniai enam orang anak; dua putera dan empat puteri: Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum, dan Fatimah. Kedua puteranya meninggal waktu kecil. Nabi Muhammad tidak pernah nikah lagi sampai Khadijah meninggal ketika Beliau berusia 50 tahun.
Mendapat gelar AL-AMIN (dapat dipercaya)
Pada waktu usia beliau 35 tahun. Kaum quraisy sepakat memugar bangunan Ka'bah yang sudah lapuk karena termakan usia. Karena kedudukan Ka'bah yang Sangat agung di mata mereka, maka mereka sepakat agar biaya pemugaran Ka'bah diambil dari harta yang halal. Mereka memugar Ka'bah secara gotong royong. Para penduduk Makkah membantu pekerjaan itu dengan sukarela.. Tetapi pada saat terakhir, ketika pekerjaan tinggal mengangkat dan meletakkan hajar aswad di tempatnya semula, timbul perselisihan. Setiap suku merasa berhak melakukan tugas terakhir dan terhormat itu. Perselisihan semakin memuncak, hingga nyaris terjadi pertumpahan darah di masjidil Haram. Namun akhimya para pemimpin Quraisy sepakat atas usulan yang disampaikan oleh Abu Umayyah bin Mughirah Al-Makhzumi bahwa orang yang pertama masuk ke Ka’bah melalui pintu Bani Syaibah, akan dijadikan hakim untuk memutuskan perkara ini.

Atas kehendak Allah, Ternyata orang yang pertama masuk itu adalah beliau. Segera mereka berseru : " itu al-Amin, kami rela dia yang memutuskan, dia adalah Muhammad ". lantas ia membentangkan kain dan meletakkan hajar aswad di tengah-tengah, lalu meminta seluruh kepala suku memegang tepi kain itu dan mengangkatnya bersama-sama. Setelah sampai di dekat asal batu itu, beliau kemudian meletakkan batu itu pada tempatnya semula. Dengan demikian, perselisihan dapat diselesaikan dengan bijaksana, dan semua kepala suku merasa puas dengan cara penyelesaian seperti itu.

Penyelesaian yang sangat bijaksana dan semua pihak puas menerimanya.
Akhlak dan kepribadiannya sebelum menjadi Nabi
Walaupun beliau hidup ditengah masyarakat yang jauh dari norma agama, akan tetapi beliau menampilkan kepribadian yang sangat menarik yang diakui masyarakat. Sehingga beliau dikenal sebagai orang yang jujur, amanah, memiliki hubungan baik, menepati janji dan lain sebagainya.
Kerusakan aqidah yang terjadi pada bangsa arab tidak mempengaruhinya, bahkan sejak kecil beliau sangat tidak suka dengan yang namanya penyembahan berhala, makan makanan yang disembelih atau dipersembahkan untuk berhala, sehingga beliau tidak pernah mengikuti upacara-upacara yang dilakukan masyarakat jahiliyah. Kemudian kerusakan moral yang terjadi tidak mempengaruhi kepribadiannya. Sehingga karena hal tersebut beliau sering menyendiri, akan tetapi walaupun demikian beliau tetap bergaul dengan masyarakat selama dalam hal-hal yang baik.

Allah senantiasa menjaga dan memelihara beliau dari perbuatan-perbuatan yang melanggar aturan-Nya, sehingga Tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk mengikuti kebiasaan orang-orang jahiliyyah kecuali hanya dua kali. Akan tetapi Allah menghalangi keinginannya tersebut. Sehingga setelah itu tidak pernah lagi memiliki keinginan sedikitpun hingga Allah memuliakannya dengan risalah-Nya.

Dalam buku-buku sirah di bahas panjang lebar tentang kehidupan masa remaja Nabi Muhammad. Beliau pernah mendengar kabar akan diadakan acara nyanyian di sebuah rumah di Makkah, sehingga memiliki keinginan untuk menyaksikan acara tersebut, sesampainya di tempat itu Allah menutup telinganya dan langsung tertidur, hingga beliau terbangun saat sengatan matahari esok harinya menyapa tubuhnya. Beliau juga tidak pernah meminuk khamar dan bermain judi.

NABI MUHAMMAD SAW

Nabi Muhammad bin Abdullah saw adalah nabi terakhir. Lahir pada tahun 570 M di Mekah. Diutus menjadi nabi ketika berusia empat puluh tahun. Selama tiga belas tahun Nabi saw berdakwah Islam di Mekah. Di Mekah Nabi saw mengalami banyak sekali kesulitan. Selama periode Mekah ini Nabi saw mendidik beberapa orang pilihan. Kemudian Nabi saw hijrah ke Madinah. Di Madinah Nabi saw mendirikan sentranya. Selama sepuluh tahun Nabi saw terang-terangan berdakwah Islam di Madinah. Nabi saw melakukan sejumlah perang yang berhasil menundukkan kaum Arab yang arogan. Pada akhir periode ini seluruh jazirah Arab memeluk Islam. Al-Qur'an Suci diwahyukan kepadanya secara bertahap dalam waktu dua puluh tiga tahun. Kaum Muslim memperlihatkan dedikasi yang luar biasa dan takzim kepada Al-Qur'an dan kepada pribadi Nabi Muhammad saw. Nabi saw wafat pada tahun 11 H pada tahun ke-23 misi kenabiannya dalam usia enam puluh tiga tahun. Nabi saw meninggalkan suatu masyarakat yang belum lama lahir, suatu masyarakat yang penuh dengan semangat spiritual, suatu masyarakat yang mempercayai suatu ideologi yang konstruktif dan yang menyadari tanggung jawabnya di dunia.

Ada dua hal yang memberi masyarakat yang baru lahir ini semangat antusiasme dan persatuan: Pertama, Al-Qur'an yang menyemangati kaum Muslim, yang senantiasa dibaca oleh kaum Muslim. Kedua, pribadi mulia dan berpengaruh Nabi saw yang sangat memesona kaum Muslim. Kini kami bahas secara ringkas pribadi Nabi Suci saw.

Masa Kanak-kanak

Muhammad saw masih berada dalam rahim ibundanya, ketika ayahandanya, yang kembali dari perjalanan bisnis ke Syiria, meninggal di Madinah. Kemudian Abdul Muthalib, kakeknya, mengambil alih pengasuhannya. Sejak kanak-kanak, tanda-tanda bahwa kelak dia akan menjadi nabi sudah terlihat jelas dari keistimewaan dan perilakunya. Abdul Muthalib secara intuitif mendeteksi bahwa cucunya memiliki masa depan yang luar biasa cemerlang.

Muhammad saw baru berusia delapan tahun ketika kakeknya juga meninggal. Dan sesuai dengan wasiat kakeknya, pengasuhan Muhammad saw diberikan kepada paman Muhammad saw yang bernama Abu Thalib as. Abu Thalib as juga terkejut ketika tahu bahwa perilaku anak ini beda dengan perilaku anak-anak lainnya. Tak seperti anak-anak sekitamya, Muhammad saw tak pemah tamak dengan makanan. Dan tak seperti adat yang berlaku pada masa itu, Muhammad saw selalu menyisir rapi rambutnya, dan wajah serta tubuh Muhammad saw selalu bersih.

Suatu hari Abu Thalib ingin Muhammad saw berganti pakaian di hadapan Abu Thalib sebelum pergi tidur. Si kecil Muhammad saw tak menyukai keinginan seperti itu. Namun karena tak dapat mentah-mentah menolak keinginan pamannya, si kecil Muhammad saw meminta pamannya untuk memalingkan mukanya ketika Muhammad saw melepaskan pakaiannya. Tentu saja Abu Thalib kaget, karena orang dewasa Arab sekalipun pada masa itu tak menolak bila diminta telanjang bulat di hadapan orang lain. Kata Abu Thalib: "Aku tak pernah mendengar dia berbohong, juga tak pernah aku melihat dia melakukan sesuatu yang tak senonoh. Kalau perlu saja Muhammad tertawa. Dia juga tak ingin ikut dalam permainan anak-anak. Dia lebih suka sendirian, dan selalu sopan, rendah hati dan bersahaja."

Tak Suka Nganggur dan Malas-malasan

Beliau saw tak suka nganggur dan bermalas-malasan. Beliau saw senantiasa mengucapkan: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, ketidakberdayaan dan sesuatu yang tak ada nilainya." Beliau saw selalu menyuruh kaum Muslim untuk bekerja keras dan kreatif. Beliau saw selalu mengatakan bahwa kemuliaan itu memiliki tujuh bagian, dan bagian terbaiknya adalah mencari nafkah dengan halal.

Jujur

Nabi saw, sebelum diutus menjadi rasul, mengadakan perjalanan ke Syiria untuk kepentingan Khadijah as. Dan Khadijah as ini di kemudian hari menjadi istrinya. Perjalanan ini, lebih dari sebelumnya, memperjelas kejujuran dan efisiensinya. Kejujuran dan keandalannya jadi begitu terkenal, sampai-sampai dia mendapat julukan tepercaya (al-Amin). Orang mempercayakan penjagaari harta mereka yang berhafga kepada Muhammad saw. Bahkan setelah diutus menjadi rasul, meskipun memusuhinya, kaum Quraisy tetap saja menyerahkan penjagaan harta berharga mereka kepadanya karena merasa yakin akan aman di tangannya. Itulah sebabnya ketika hijrah ke Madinah, Muhammad saw meninggalkan Imam Ali bin Abi Thalib as untuk beberapa hari demi mengembali-kan titipan kepada para pemiliknya.

Menentang Kezaliman

Pada masa pra-Islam, ada perjanjian yang dibuat oleh para korban kekejaman dan kezaliman dengan tujuan untuk melakukan upaya bersama guna melindungi kaum tertindas terhadap para tiran yang zalim. Perjanjian ini dikenal dengan nama "Hilful Fudhûl". Perjanjian ini dibuat di rumah Abdullah bin Jad'in di Mekah oleh tokoh-tokoh penting tertentu pada masa itu. Kemudian, selama masa kenabiannya, Muhammad sering menyebut perjanjian ini. Beliau mengatakan masih mau ikut dalam perjanjian serupa, dan tak mungkin melanggar isi perjanjian.

Sikap Terhadap Keluarga

Muhammad saw baik hati sikapnya terhadap keluarganya. Terhadap istri-istrinya, Muhammad saw tak pernah kasar sikapnya. Orang-orang Mekah pada umumnya merasa aneh dengan perilaku baik seperti itu. Nabi saw mentoleransi perkataan sebagian istrinya yang terasa menyakitkan hati, meskipun perkataan semacam itu tidak disukai sebagian istrinya yang lain. Nabi dengan penuh empati mengajak para pengikutnya untuk bersikap baik hati terhadap istri-istri mereka, karena, seperti sering kali diucapkannya, lelaki dan perempuan itu keduanya sama-sama memiliki sifat baik dan sifat buruk. Suami tidak boleh cuma gara-gara kebiasaan istri­nya yang tak menyenangkan lalu menceraikannya. Jika suami tak menyukai beberapa sifat istrinya, istri tentu memiliki sifat-sifat lain yang menyenangkannya. Dengan demikian urusannya jadi seimbang. Nabi Suci saw sangat menyayangi anak-anak dan cucu-cucunya. Nabi saw memperlihatkan rasa cinta dan kelembutan hatinya kepada mereka. Nabi saw mencintai mereka, memangku mereka, mendudukkan mereka di atas kedua bahunya dan menciumi mereka. Semua ini bertentangan dengan adat dan kebiasaan masyarakat Arab pada masa itu.

Nabi saw juga memperlihatkan rasa cinta dan kasih sayang kepada anak-anak kaum Muslim. Nabi saw memangku mereka dan mengusap-usap kepala mereka. Para ibu sering kali membawa anak-anak mereka kepada Nabi saw untuk mendapatkan berkahnya. Bahkan pernah ada kejadian anak mengencingi pakaian Nabi saw. Dan para ibu pun jadi marah serta merasa malu. Sebagian ibu mencoba menghentikan anak main air. Namun Nabi Suci Saw. meminta ibu-ibu itu untuk tidak mengganggu anak tersebut. Nabi saw mengatakan bahwa anak itu akan membersihkan pakaiannya kalau pakaian itu kotor.

Sikap Terhadap Sahaya

Nabi saw luar biasa baik hati sikapnya terhadap kaum sahaya. Nabi saw suka mengatakan kepada orang bahwa sahaya adalah saudara. Nabi saw mengatakan: "Beri mereka makanan sepeiti yang kamu makan, pakaian seperti yang kamu pakai. Jangan paksa mereka mengerjakan sesuatu yang terlalu sulit bagi mereka. Beri mereka pekerjaan mereka, dan bantulah mereka dalam melaksanakan pekerjaan. Jangan panggil mereka dengan sebutan budak, karena semua manusia adalah hamba Allah. Allahlah Tuan sejati bagi semua manusia. Panggillah sahaya lelaki dan sahaya perempuanmu dengan panggilan anak muda."

Islam memberikan kepada kaum sahaya semua kemudahan yang dapat diberikan, kemudahan yang melahirkan kemerdekaan penuh mereka. Nabi Suci saw menggambarkan perdagangan sahaya sebagai seburuk-buruk pekerjaan. Nabi saw mengatakan bahwa orang yang memperdagangkan manusia adalah seburuk-buruk orang di mata Allah SWT.

Bersih, Rapi dan Memakai Wewangian

Nabi saw sangat menyukai kebersihan, kerapian dan wewangian. Nabi saw mendorong sahabat dan pengikutnya untuk menjaga kebersihan tubuh dan rumah mereka dan untuk memakai we­wangian. Nabi saw khususnya mengajak mereka untuk mandi dan memakai wewangian pada hari-hari Jumat agar tak ada bau badan yang tak sedap yang dapat mengganggu jamaah salat Jumat.

Perilaku Sosial

Dalam kehidupan di tengah masyarakat, Nabi saw selalu baik hati, riang dan sopan terhadap semua orang. Nabi saw selalu yang lebih duluan memberikan salam, sekalipun kepada anak-anak dan para sahaya. Nabi saw tak pernah meregangkan kakinya di hadapan orang, dan tak pernah berbaring di hadapan orang. Kalau tengah bersama Nabi saw, semua orang duduk mengelilingi Nabi saw. Tak ada yang punya tempat khusus. Nabi saw selalu memperhatikan sahabat-sahabatnya. Kalau Nabi saw tak melihat siapa pun di antara sahabat-sahabatnya itu selama dua atau tiga hari, Nabi saw menanyakannya. Jika ternyata sahabat itu sakit, Nabi saw menjenguknya. Dan jika sahabat itu mendapat kesulitan, Nabi saw berupaya memecahkan problemnya. Dalam majelis, Nabi saw tak pernah bicara atau memberi perhatian hanya kepada seseorang, namun Nabi saw bicara dan memberikan perhatian kepada semuanya. Nabi saw tak suka kalau Nabi saw tinggal duduk saja lalu orang melayaninya. Nabi saw sendiri ikut dalam semua yang harus dikerjakan. Nabi saw suka mengatakan bahwa Allah SWT tak suka melihat seorang hamba yang merasa unggul sendiri.

Lembut Namun Tegas

Dalam masalah pribadi, Nabi saw lembut, simpatik dan toleran. Pada banyak peristiwa sejarah, toleransi Nabi saw merupakan salah satu alasan kenapa Nabi saw sukses. Namun dalam masalah prinsip ketika mengenai masalah kepentingan masyarakat atau hukum, Nabi saw tegas dan tak pernah memperlihatkan sikap toleran. Ketika peristiwa penaklukan atas Mekah dan kemenangan Nabi saw atas kaum Quraisy, Nabi saw mengabaikan kesalahan-kesalahan yang pernah mereka lakukan terhadap diri Nabi selama dua puluh tiga tahun. Nabi saw justru menyatakan amnesti umum. Nabi saw menerima permintaan maaf pembunuh paman tercintanya, Hamzah. Namun Nabi saw menjatuhkan hukuman kepada seorang wanita Bani Makhzum yang mencuri. Padahal wanita ini dari keluarga yang sangat terhormat, yang memandang penerapan hukuman atas dirinya sebagai penghinaan besar bagi keluarga tersebut. Keluarga ini tak henti-hentinya meminta Nabi saw untuk memaafkannya. Beberapa sahabat terkenal Nabi saw juga memintakan pengampunan baginya. Namun Nabi saw dengan marah me­ngatakan bahwa tidaklah mungkin karena untuk kepentingan seseorang lalu hukum Allah tidak diterapkan. Pada sore hari itu juga Nabi saw menyampaikan khotbah:

"Bangsa-bangsa dan umat-umat terdahulu mengalami kemunduran dan lalu punah akibat mereka bersikap diskriminatif dalam pelaksanaan hukum Allah. Kalau orang berpengaruh berbuat kejahatan, dia dibiarkan begitu saja. Namun jika orang lemah dan tak penting berbuat kejahatan, dia dihukum. Aku bersumpah demi Allah yang di tangan-Nya jiwaku bahwa aku akan tegas dalam melaksanakan keadilan sekalipun yang berbuat salah itu salah seorang keluargaku."

Ibadah

Untuk sebagian malam, terkadang separo malam, dan terkadang sepertiga atau dua pertiga malam, Nabi saw selalu melakukan ibadah. Meski siang harinya sibuk, khususnya selama Nabi saw berada di Madinah, Nabi saw tak pernah mengurangi waktu ibadahnya. Nabi saw menemukan kenikmatan penuh dalam ibadah dan berkomunikasi dengan Allah SWT. Ibadahnya merupakan ungkapan cinta dan rasa syukur, dan motivasinya bukan keinginan masuk surga, juga bukan karena takut neraka.

Suatu hari salah seorang istrinya bertanya kepada Nabi saw, bahwa kenapa Nabi saw begitu kuat dedikasinya untuk ibadah? Jawab Nabi saw: "Kepada siapa lagi aku mesti bersyukur, kalau bukan kepada Tuhanku?"

Nabi saw sangat sering berpuasa. Di samping puasa di bulan Ramadhan dan di sebagian bulan Syakban, Nabi saw selalu puasa dua hari sekali. Nabi saw selalu melewatkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan iktikaf di masjid. Dalam iktikaf ini Nabi saw mencurahkan segenap waktunya untuk ibadah. Namun kepada umatnya Nabi saw mengatakan bahwa sudah cukup kalau berpuasa tiga hari setiap bulannya. Nabi saw suka mengatakan bahwa ibadah dikerjakan menurut kemampuan masing-masing, dan tidak boleh memaksakan diri, karena kalau dipaksakan, maka efeknya akan buruk. Nabi saw menentang kehidupan rahib, menentang sikap hidup yang tak mau terlibat dalam urusan duniawi, dan menentang sikap hidup yang menolak kehidupan berkeluarga. Beberapa sahabat Nabi saw mengutarakan niat untuk hidup seperti rahib. Nabi saw mencela mereka. Nabi saw sering mengatakan:

Tubuh, istri, anak-anak dan sahabat-sahabatmu semuanya punya hak atas dirimu, dan kamu hams memenuhi kewajibanmu."

Bila salat sendirian, salat Nabi saw lama, bahkan terkadang Nabi saw berjamjam menunaikan salat sebelum subuh. Namun bila salat berjamaah, salat Nabi saw tidak lama. Dalam hal ini Nabi saw memandang penting memperhatikan orang-orang usia lanjut dan orang-orang yang lemah jasmaninya di antara para pengikutnya.

Hidup Sederhana

Hidup sederhana merupakan salah satu prinsip hidup Nabi saw. Makanan Nabi saw sederhana. Pakaian yang dikenakannya sederhana. Nabi saw, bila mengadakan perjalanan, caranya sederhana. Nabi saw lebih sering tidur di atas tikar, duduk di tanah, dan memerah susu kambing dengan kedua tangannya sendiri. Nabi saw, bila naik binatang tunggangan, tidak memakai pelana. Kalau sedang naik binatang tunggangan, Nabi tak mau ada pengiringnya. Makanan pokok Nabi saw adalah roti dan kurrna. Nabi saw memperbaiki sepatunya sendiri dan menjahit pakaiannya sendiri dengan kedua tangannya sendiri. Kendati hidup bersahaja, Nabi saw tak pernah menganjurkan filosofi asketisisme (hidup dengan disiplin diri yang keras dan berpantang dari segala bentuk kesenangan atau kenikmatan—pen.). Nabi saw percaya bahwa uang perlu dibelanjakan untuk kepentingan masyarakat dan untuk tujuan-tujuan halal lainnya. Nabi saw biasa mengatakan: "Sungguh menyenangkan kekayaan itu, jika didapat dengan cara yang halal oleh orang yang tahu cara membelanjakannya."

Nabi saw juga mengatakan: "Kekayaan merupakan bantuan yang baik bagi ketakwaan."

Ketetapan Hati dan Sabar

Tekad atau kemauan keras Nabi saw sungguh luar biasa. Tekad ini mempengaruhi para sahabatnya juga. Periode kenabiannya benar-benar merupakan pelajaran tentang kemauan keras dan kesabaran. Dalam masa hidupnya, beberapa kali kondisi sedemikian rupa sehingga kelihatannya tak ada lagi harapan, namun tak pernah ada kata gagal dalam benaknya. Keyakinannya bahwa dirinya pada akhirnya akan sukses, tak pernah goyah sekejap pun.

Kepemimpinan, Administrasi dan Konsultasi

Sekalipun para sahabat Nabi saw menjalankan setiap perintah Nabi saw tanpa ragu, dan berulang-ulang mengatakan percaya penuh kepada Nabi saw dan bahkan mau terjun ke sungai atau ke dalam kobaran api jika saja Nabi saw memerintahkannya, namun Nabi saw tak pernah menggunakan cara-cara diktator. Mengenai masalah-masalah yang belum ada ketentuan khususnya dari Allah SWT, Nabi saw berkonsultasi dengan sahabat-sahabatnya dan menghargai pandangan mereka, dan dengan demikian membantu mereka mengembangkan pribadi mereka. Ketika Perang Badar, Nabi saw menyerahkan persoalan mengambil aksi militer untuk menghadapi musuh, memilih lahan untuk mendirikan tenda, dan mengenai perlakuan terhadap tawanan, kepada nasihat sahabat-sahabatnya. Ketika Perang Uhud, Nabi saw berkonsultasi soal perlu tidaknya tentara Muslim bertempur dari dalam kota Madinah ataukah tentara Muslim perlu keluar dari kota. Nabi saw juga berkonsultasi dengan para sahabatnya ketika Perang Ahzab dan Tabuk.

Kebaikan had dan toleransi Nabi saw, keinginannya untuk mengupayakan ampunan bagi dosa-dosa umatnya, sahabat-sahabat­nya dan konsultasi dengan mereka yang dipandangnya penting, merupakan faktor-faktor utama yang memberikan sumbangsih bagi pengaruhnya yang luar biasa di kalangan para sahabatnya. Fakta ini ditunjukkan oleh Al-Qur'an. Al-Qur'an memfirmankan:

Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut kepada mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan din dari sekelitingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (QS. Âli 'Imrân: 159)

Teratur dan Tertib

Semua tindakan Nabi saw teratur dan tertib. Nabi saw bekerja sesuai dengan jadwal. Nabi saw mengajak para sahabatnya untuk berbuat sama. Berkat pengaruh Nabi saw, para sahabat jadi penuh disiplin. Bahkan ketika Nabi saw memandang perlu merahasiakan keputusan tertentu agar musuh tidak menaruh syak wasangka terhadap kaum Muslim, para sahabat serta merta melaksanakan perintah Nabi saw. Misal, Nabi saw pernah memerintahkan agar para sahabat bergerak esok hari. Keesokan harinya semua sahabat yang diperintah itu bergerak bersama Nabi saw tanpa tahu maksud finalnya, dan para sahabat baru tahu maksudnya pada saat-saat terakhir. Terkadang Nabi saw memerintahkan beberapa orang untuk bergerak ke arah tertentu, memberikan surat untuk komandan mereka dan memerintahkan agar komandan tersebut membuka surat itu begitu sampai di tempat tertentu dan agar bertindak sesuai dengan perintah. Sebelum mencapai tempat tertentu, mereka tidak tahu maksud mereka dan untuk apa mereka ke sana. Dengan cara ini Nabi saw membuat musuh dan mata-mata tak tahu apa-apa, dan sering kali musuh serta mata-mata tak menduganya.

Mau Mendengarkan Kritik dan Tak Suka Pujian yang Bersifat Menjilat

Terkadang Nabi saw terpaksa menghadapi kritik para sahabat. Namun tanpa bersikap keras terhadap mereka, Nabi saw menjelas-kan keputusannya, dan para sahabat pun akhimya mau menerima. Nabi saw membenci sekali pujian yang bersifat menjilat. Nabi saw mengatakan: "Lemparkan debu ke wajah orang yang menjilat."

Nabi saw suka bekerja sempurna. Nabi saw biasa mengerjakan sesuatu dengan benar dan efisien. Ketika Sa'ad bin Mu'adz meninggal dan kemudian dibaringkan di makamnya, Nabi saw dengan kedua tangannya sendiri meletakkan batu dan bata di makam Sa'ad persis pada tempatnya dan dengan efisien. Nabi saw bersabda: "Aku mau segalanya dikerjakan dengan benar dan efisien."

Memerangi Kelemahan

Nabi saw tidak mengeksploitasi titik lemah dan kebodohan orang. Nabi saw justru berupaya memperbaiki kelemahan orang dan membuat orang mengetahui apa yang tidak mereka ketahui sebelumnya. Pada hari meninggalnya putra Nabi saw yang berusia tujuh belas bulan, kebetulan terjadi gerhana matahari. Orang pada mengatakan bahwa gerhana tersebut terjadi karena duka cita yang merundung Nabi saw. Nabi saw tidak tinggal diam menghadapi pikiran yang keliru ini. Nabi saw kemudian naik ke mimbar dan mengatakan: "Wahai manusia! Bulan dan matahari adalah dua tanda dari Allah. Terjadinya gerhana keduanya bukan karena kematian seseorang."

Memiliki Kualitas Sebagai Pemimpin

Nabi saw memiliki kualitas maksimum kepemimpinan seperti sifat mau tahu orang, teguh had, efisien, berani, tak takut meng­hadapi konsekuensi suatu tindakan, mampu melihat ke depan, mampu menghadapi kritik, mengakui kemampuan orang lain, mendelegasikan kekuasaan kepada orang lain yang mampu, luwes dalam masalah pribadinya, keras dalam masalah prinsip, memandang penting orang lain, memajukan bakat intelektual, emosional dan praktis mereka, menjauhkan diri dari praktik lalim, tidak meminta ketaatan buta, bersahaja dan rendah hati, bermartabat dan sangat memperhatikan pengelolaan sumber daya manusia. Nabi saw sering mengatakan: "Jika kamu bertiga mengadakan perjalanan bersama, maka pilih salah satu dari kalian sebagai pemimpin."

Di Madinah, Nabi saw mendirikan sebuah sekretariat khusus. Nabi saw menunjuk sekelompok orang untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. Ada ahli tulis wahyu yang bertugas menulis Al-Qur'an. Beberapa orang diberi amanat membuat draft dan menulis surat khusus. Beberapa orang diberi tugas mencatat transaksi legal. Beberapa orang diberi tanggung jawab memegang pembukuan. Beberapa orang diberi tanggung jawab membuat draft perjanjian. Semua perincian ini dicatat dalam buku sejarah seperti "Tarikh Ibn Wazih, al-Ya'qubi, at-Tanbîh wa al-Isyrâf karya Mas'udi, "Mu'jam al-Buldân" karya al-Bilâdzuri dan "at-Thabaqât" karya Ibn Sa'ad.

Metode Berdakwah

Dalam mendakwahkan Islam, metode Nabi saw lembut, tidak keras. Nabi saw terutama berupaya membangkitkan harapan, dan menghindari penggunaan ancaman. Kepada salah seorang sahabat, yang diutus Nabi saw untuk mendakwahkan Islam, Nabi saw mengatakan: "Bersikaplah yang menyenangkan, dan jangan bersikap keras. Katakan apa yang menyenangkan hati orang, dan jangan buat mereka jadi bend."

Nabi saw memiliki perhatian yang aktif terhadap dakwah Islam. Pernah Nabi saw pergi ke Thaif untuk berdakwah. Pada musim haji, Nabi saw suka menyeru berbagai suku dan menyampaikan pesan Islam kepada mereka. Nabi saw pemah mengutus Imam Ali bin Abi Thalib as dan pada kesempatan lain Mu'adz bin Jabal ke Yaman untuk berdakwah. Sebelum ke Madinah, Nabi saw mengutus Mus'ab bin Umair untuk berdakwah di Madinah. Nabi saw mengutus sejumlah sahabat ke Ediiopia. Di samping untuk meng­hindari penganiayaan kaum musyrik Mekah, mereka mendakwah­kan Islam di Ethiopia dan memuluskan jalan bagi diterimanya Islam oleh Negus, Raja Ethiopia, dan 50 persen penduduk Ediiopia. Pada tahun ke-6 Hijrah, Nabi saw mengirim surat kepada pemimpin sejumlah negara di berbagai bagian dunia dan mengenalkan kepada mereka tentang kenabiannya. Sekitar seratus surat yang ditulis Nabi untuk berbagai pemimpin, sampai sekarang masih ada.

Mendorong Pengetahuan

Nabi saw mendorong para sahabat untuk mencari ilmu. Nabi saw mewajibkan anak-anak mereka untuk belajar membaca dan menulis. Nabi saw memerintahkan sebagian sahabat untuk belajar bahasa Syiria kuno. Nabi saw sering berkata: "Setiap Muslim wajib menuntut ilmu."

Nabi saw juga mengatakan: "Di mana pun kamu mendapati satu ilmu yang berguna, ambillah. Tak masalah apakah ilmu itu ada pada orang kafir atau orang munafik."

"Tuntutlah ilmu sekalipun hams pergi ke negeri Cina."

Penekanan arti pentingnya ilmu ini menjadi sebab kenapa kaum Muslim begitu cepat tersebar ke seluruh penjuru dunia untuk menuntut ilmu dan untuk mencari karya-karya ilmiah. Kaum Muslim tidak saja menerjemahkan karya-karya ini, namun juga menelitinya. Dengan begitu mereka menjadi penghubung antara budaya-budaya kuno Yunani, Roma, Iran, Mesir serta India, dan budaya modern Eropa. Dengan berlalunya waktu, kaum Muslim sendiri menjadi pendiri salah satu peradaban dan budaya terbesar dalam sejarah manusia, yang oleh dunia dikenal sebagai peradaban dan budaya Muslim.

Karakter dan perilaku Nabi saw, seperti sabda dan agamanya, lengkap. Sejarah tak pernah menyaksikan pribadi lain selain Nabi saw yang berhasil mencapai kesempurnaan dalam semua dimensi manusia. Memang Nabi saw merupakan seorang manusia yang sempurna