
SHOLAT SUNAT RAJAB TAHUN 1431 H
Shalat Sunnat Rajab, merupakan salah satu amaliah tahunan yang selalu dilaksanakan di Pondok Pesantren Suryalaya ini. Shalat sunnat ini akan dilaksanakan pada malam tanggal 1, malam Jum'at pertama, malam tanggal 15 dan malam terakhir tanggal 30. Adapun cara pelaksanaannya, sebagai berikut:
1. Malam Tanggal 1 Rajab (bertepatan pada hari Minggu malam Senin tanggal 13 Juni 2010)
a. Melaksanakan shalat sunnat sebanyak 10 raka'at (5 kali salam)
b. Niatnya :
Usholli sunnatan syahri rojaba rok'ataini lillahita'ala.
c. Bacaaan tiap ba'da Fatihah : Surat al-Ikhlas 3x dan al-Kafirun 3x.
d. Setelah salam akhir membaca do'a :
Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah. Lahul mulku walahulhamdu yuhyi wayumiitu wahuwa hayyun. Laa yamuutu biyadihil khoiru wahuwa 'ala kulli syaiin qodiir. Allahumma laa maani'a limaa a'thoita wala mu'thi lima mana'ta wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu.
2. Malam Jum'at Pertama Bulan Rajab (bertepatan pada hari Kamis malam Jum'at tanggal 17 Juni 2010)
a. Melaksanakan shalat sunnat sebanyak 12 raka'at (6 kali salam)
b. Niatnya sama dengan di atas.
c. Bacaaan tiap ba'da Fatihah : Surat al-Qodar 3x dan al-Ikhlas 12x.
d. Setelah salam akhir membaca sholawat sebanyak 70 kali.
Allohumma sholli 'ala muhammadininnabiyyil ummiyi wa 'alaa alihi wasallim.
e. Kemudian sujud sambil membaca tasbih sebanyak 70 kali.
Subbuhun quddusun robbul malaaikati warruhi.
f. Kemudian duduk sambil membaca tasbih sebanyak 70 kali.
Robbigfirwarham watajawwaz 'amma ta'lamu fainnaka antal 'azizul a'dzhim.
g. Kemudian sujud lagi sambil membaca tasbih seperti pada sujud pertama.
3. Malam Tanggal 15 Rajab (bertepatan pada hari Minggu malam Senin tanggal 27 Juni 2010)
Pelaksanaannya sama seperti pada malam tanggal 1.
Setelah salam akhir membaca do'a :
Laa ilaaha illalahu wahdahu la syariikalah Lahul mulku walahulhamdu yuhyi wayumiitu wahuwa hayyun. Laa yamuutu biyadihil khoiru wahuwa 'ala kulli syaiin qodiir. Ilaahan waa hidan ahaadan shomadan fardan witron lam yattakhidz shoohibatan wa laa waladan.
4. Malam Tanggal 29 Rajab (bertepatan pada hari Minggu malam Senin tanggal 11 Juli 2010)
Pelaksanaannya sama seperti pada malam tanggal 1.
Setelah salam akhir membaca do'a :
Laa ilaaha illalahu wahdahu la syariikalah Lahul mulku walahulhamdu yuhyi wayumiitu wahuwa hayyun. Laa yamuutu biyadihil khoiru wahuwa 'ala kulli syaiin qodiir. Wa shollallohu 'ala sayyidina muhammadin wa 'alaa alihitthohiriina wa lahaula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil adzhim.
Bacaan Tasbih
1. Tanggal 1 - 10 :
Subhanallohil hayyul qoyyum 100x
2. Tanggal 11 - 20 :
Subhanallohil ahadis shomad 100x
3. Tanggal 21 - 30 :
Subhanallohirrouuf 100x
DO'A RAJAB
Alloohumma thohhir lisaanii minal kidzbi wa qolbii minnifaaqi wa'amalii minarriyaa-i wabashorii minalkhiyaanati fa-innaka ta'lamu khoo-inatal a'yuni wamaa tukhfish shuduur.
Tanpa terasa waktu bergulir, Alhamdulillah pertengahan bulan Jumadil Akhir (Jumadits Tsani) 1431 H sebentar lagi kita lewati. Hari-hari menjelang datangnya Hilal bulan Rajab 1431 H segera menemui kita, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambut tamu-tamu agung kita? Sudahkah kita menambah ilmu dan amaliah kita tentang Rajab, Sya’ban dan Ramadhan? Tahukah kita bahwa Rasulullah saw. bersabda tentang ketiga bulan tersebut,“Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.” (diriwayatkan dalam kitab Duratun Nashihin I:63)?
Dalam buku “Keagungan Rajab & Sya’ban” karya Ust. Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari, yang diterbitkan oleh Penerbit Republika diriwayatkan bahwa: “Setelah bulan Rajab naik ke langit, lalu Allah berfirman kepadanya: ‘Wahai bulan-Ku, adakah mereka menyukaimu?’ Rajab diam saja, sehingga Allah mengulangi lagi pertanyaan-Nya dua atau tiga kali. Kemudian Rajab menjawab,’Tuhanku Engkau Maha Menutupi segala cela (kesalahan)dan Engkau telah memerintahkan kepada makhluk-Mu supaya menutupi cela orang lain dan Rasul-Mu telah menamaiku si Pekak (Tuli). Saya mendengar ketaatan makhluk-Mu dan tiada mendengar kedurhakaan mereka.’ Kemudian Allah berfirman lagi,‘Engkau adalah bulan-Ku yang memiliki cela lagi pekak (tuli) dan para hamba-Ku pun memiliki cela. Kuterima mereka beserta cela mereka dengan sebab kemuliaanmu (Rajab), sehingga Aku pun menerima dirimu sedang engkaupun memiliki cela. Aku mengampuni mereka dengan sebab penyesalan mereka yang hanya sekali padamu (di bulan Rajab) dan Aku pun tidak mencatat perbuatan cela mereka di waktumu (bulan Rajab).”
Dalam riwayat yang lain, disebutkan bahwa bulan Rajab dinamai si Pekak (Tuli) karena malaikat Kiroman Katibin mencatat semua kebaikan dan kejahatan di semua bulan, tetapi di bulan Rajab hanya menulis kebaikan saja, tidak mencatat semua kejahatan yang dilakukan hamba karena mereka tidak mendengar kejahatan terjadi pada bulan Rajab yang harus mereka catat.
Keagungan Hari Jumat Pada Bulan Rajab
Jumat Pertama Bulan Rajab
Diriwayatkan dalam kitab Duratun Nashihin, bahwa Abu Bakar ra. Berkata,“Apabila telah lewat 1/3 malam Jumat pertama bulan Rajab, para malaikat yang di langit dan di bumi berkumpul di sisi Ka’bah. Lalu Allah berfirman kepada mereka,’Hai para malaikat-Ku, mintalah apa yang kamu inginkan.’ Para malaikat menjawab,’Ya Rabb, kami menginginkan untuk orang-orang yang shaum Rajab, agar Engkau beri ampunan.’ Allah menjawab,’Hai para malaikat-Ku, demi keperkasaan-Ku dan ketinggian-Ku, sungguh mereka telah Kuampuni.’” (Duratun Nashihin I:162)durratun nashihin2
Setiap Malam Jumat Bulan Rajab
Pada setiap malam Jumat bulan Rajab para malaikat berkumpul di belakang gunung Qaf. Di sana terdapat sebuah bumi berwarna putih seperti perak, luasnya tujuh kali dunia ini. Para malaikat memenuhi tempat itu dengan begitu padat, seandainya ada sebatang jarum jatuh ke sana, pasti akan mengenai mereka. Para malaikat semuanya memgang bendera yang bertuliskan “Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah”.
Mereka duduk tawadhu (merendahkan diri), memohonkan keselamatan bagi umat Nabi Muhammad saw. kepada Allah dan berdoa sampai waktu subuh tiba dengan doa: “Ya Tuhan kami, kasihanilah umat Muhammad, janganlah Engkau siksa mereka.” Allah SWT menjawab,”Sungguh mereka telah Aku ampuni.” (Duratun Nashihin I:162)
Mengagungkan Rajab Dengan Memperbanyak Ibadah di Dalamnya (Ahli Rajab)
Pada bulan Rajab, hendaklah kita memperbanyak shalat malam, istighfar dan taubat, membaca shalawat, shaum sunnat Rajab serta ibadah lainnya. Kelak, siapa saja yang mengerjakan karena mengharapkan ridha Allah, akan melintasi jembatan Shiratal Mustaqim seperti kilat yang menyambar.
Rasulullah saw. bersabda, “Bila datang hari Kiamat, maka ada suara yang memanggil:’Dimana para Ahli Rajab?’ Maka memancarlah sinar, kemudian disusul oleh para malaikat yang diikuti oleh para Ahli Rajab, dan mereka semua melewati jembatan Shiratal Mustaqim seperti halilintar yang menyambar. Selanjutnya mereka sujud kepada Allah karena bersyukur telah mampu (selamat) melintasi jembatan Shiratal Mustaqim. Maka Allah Ta’ala berfirman: ‘Wahai para Ahli Rajab, angkatlah kepala kalian pada hari ini disebabkan kalian telah bersujud di dunia pada bulan-Ku (Rajab). Pergilah ke tempat kalian masing.’” (Duratun Nashihin I:165-166)
Amalan Yang Dianjurkan selama Bulan Rajab
Menurut kitab Duratun Nashihin, amalan yang sebaiknya kita kerjakan selama Rajab adalah:
* Taubat dan Istigfar
* Memperbanyak bershalawat
* Bertasbih
* Membaca doa di bulan Rajab
* Shalat malam di bulan Rajab
* Shalat Fardhu berjamaah
* Membaca QS.Al-Ikhlas setiap hari selama Rajab
* Shaum sunah bulan Rajab
* Membaca Tahlil (Laa ilaha illallah)
KEUTAMAAN BULAN RAJAB
Beberapa hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menunjukkan kelebihan bulan rajab:
1.Hendaklah kamu memuliakan bulan Rajab, niscaya Allah memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari Qiamat.
2.Bulan Rajab bulan Allah, bulan Sya’ban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku.
3.Kemuliaan Rajab dengan malam Isra’ Mi’rajnya, Sya’ban dengan malam nisfunya dan Ramadhan dengan Lailatul-Qadarnya.
4.Puasa sehari dalam bulan Rajab mendapat syurga yang tertinggi (Firdaus).Puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.
5.Puasa 3 hari pada bulan Rajab, dijadikan parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka (panjangnya setahun perjalanan).
6.Puasa 7 hari pada bulan Rajab, ditutup daripadanya 7 pintu neraka.
7.Puasa 16 hari pada bulan Rajab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga, dan menjadi orang yang pertama menziarahi Allah dalam syurga.
8.Kelebihan bulan Rajab dari segala bulan ialah seperti kelebihan Al-Quran keatas semua kalam (perkataan).
9.Puasa sehari dalam bulan Rajab seumpama puasa empat puluh tahun dan iberi
minum air dari syurga.
10.Bulan Rajab Syahrullah (bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya. Puasa dalam bulan Rajab, wajib bagi yang ber puasa itua.Diampunkan dosa-dosanya yang lalu. Dipelihara Allah umurnya yang tinggal.Terlepas daripada dahaga di akhirat.
11.Puasa pada awal Rajab, pertengahannya dan pada akhirnya, seperti puasa sebulan pahalanya.
12.Siapa bersedekah dalam bulan Rajab, seperti bersedekah seribu dinar,dituliskan kepadanya pada setiap helai bulu roma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu derjat, dihapus seribu kejahatan -
“Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab/ Isra Mi’raj akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa.”
- “Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SUBHANAHU WA TA’AALA.”
“Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab, maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat.”
- “Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, permintaannya akan dikabulkan.”
- “Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga.”
- “Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah(hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya.”
Sabda Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM lagi : “Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.:
“Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini ?”
Maka berkata Jibrilb a.s.:
“Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca sholawat untuk engkau dibulan Rajab ini”.
Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita : “Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM melalui sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH SUBHANAHU WA TA’AALA.
Lalu saya bertanya kepada beliau:
“Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis?”
Lalu beliau bersabda :
“Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kuburnya, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa ke atas mereka”. Sabda beliau lagi: “Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur”.
Tsauban bertanya:
“Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur?” Sabda beliau: “Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun.”
Sabda beliau lagi:
“Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya’ban adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku”. “Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka.”
Satu lagi hadist yang cikup menggetarkan hati, Rasulullah bersabda :
“Apa bila datanghari kiamat berserulah malaikat ‘Dimanakah orang orang yang suka menghormati bulan Rajab?’ lalu keluarlah sebuah NUR dan malaikat Jibril dan Mikail ‘Alaihi salam mengikuti Nur itu, serta merta mengikutlah orang orang yang menghormati bulan Rajab, kemudian mereka melewati Sirthatal Mustaqim secepat kilat yang menyambar. Bersujudlah mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala karena bersyukur dapat melewati Sirath dengn selamat, lalu Allah Berfirman : “Wahai orang orang yang suka menghormati bulan rajab, angkatlah kepalamu pada hari ini, kamu telah menunaikan sujud dunia pada bulanku, sekarang berangkatlah menuju tempat tempatmu ”
Allah Subhanahu Wa ta’aala.Malaikat Jibril dan Mikail Alaihi Salam memanggil orang orang yang menghormati bulan rajab dengan RAJABIYYUUN…
Sahabat Ku,mengenai riwayat siapa dan dhoif atau tidaknya hadist diatas Wallahu’alam Bishowab..
Yang Paling penting adalah Inna a’maalu Bin Niiyah.., Niat kita berpuasa, berdzikir, juga bersholawat Nabi, semata mata hanya ingin lebih dekat lagi dengan Allah, ingin berbuat amal kebajikan se banyak banyaknya, ingin bisa memasuki surgaNya, ingin mendapat Rahmat dan Ridhonya, Insya Allah saya akan memakai moment ini untuk lebih dekat dan dekat lagi kepada Allah….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silakan komen..tapi ingat jangan spam /sejenisya